Bank Mandiri Kucurkan Rp3 Triliun Untuk Makassar New Port

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Mengucurkan kredit investasi senilai Rp 3 triliun kepada PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV guna mendukung pembangunan peralatan, fasilitas pelabuhan dan modernisasi peralatan bongkar muat. Penandatanganan MoU perjanjian pembiayaan berjangka waktu 7,5 tahun tersebut dilakukan oleh Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Royke Tumilaar dan Direktur Utama Pelindo IV Mulyono di Plaza Mandiri Jakarta, beberapa waktu lalu (12/5). Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakan aksi korporasi ini dimaksudkan untuk mempercepat pengadaan infrastruktur nasional serta untuk mendukung program Tol Laut yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

“Melalui sinergi antar BUMN ini, Bank Mandiri dapat sekali lagi membuktikan komitmennya dalam memperkuat daya dukung infrastruktur kemaritiman nasional, termasuk sector kepelabuhan,” jelas Royke dalam keterangan tertulisnya Rabu ini. Hingga saat ini, Bank Mandiri telah mengucurkan pembiayaan kepada sector kemaritiman sebesar Rp17,1 triliun, setara dengan 19,02% dari total pembiayaan perbankan nasional.

Pembangunan Makassar New Port merupakan langkah aktif Pelindo IV memenuhi kebutuhan pelabuhan peti kemas Makassar dan menjadi penyambung (konektivitas) antar pulau serta mendukung system logistic nasional, khususnya di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Dalam pembangunannya, Pelindo IV yang tengah mengusung tagline menjadi Lokomotif Indonesia Timur mengembangkan konsep port create the trade atau mengikuti supply approach strategy.

Berdasarkan strategi tersebut, Makassar New Port nantinya akan terintegrasi dengan rencana proyek jalur kereta barang di Sulawesi Selatan, sehingga mempermudah distribusi barang angkut. Pembangunan pelabuhan ini diharapkan akan memancing pertumbuhan arus kapal yang didukung oleh pertumbuhan industry di KTI. Wilayah kerja BUMN yang bergerak di bidang penyediaan jasa kepelabuhan ini tersebar di 10 provinsi wilayah timur Indonesia. Untuk mendukung konsep tol laut Indonesia, Pelindo IV mensyaratkan tiga hal yaitu penyebaran industry, ketersediaan dan kinerja pelabuhan, dan ketersediaan kapal. Inisiatif Pelindo IV untuk jalur utama peti kemas terdiri dari dua jalur. Pertama adalah Belawan-Tanjung Priok- Tanjung Perak-Makssar-Bitung. Kedua, Belawan-Tanjung Priok-Tanjung Perak-Makassar-Sorong.

Saat ini, Pelindo IV melaksanakan berbagai kegiatan di 20 cabang, tiga pelabuhan kawasan, dua terminal petikemas (TPK) yaitu di Makassar dan Bitung, 3 unit pelayanan kepelabuhan (UPK), serta tiga anak perusahaan. Jasa kepelabuhan yang dikelola adalah jasa pemanduan, jasa, labuh, tambat, embarkasi, dan debarkasi penumpang, bongkar muat barang curah dan bag, pergudangan, terminal petikemas dan bongkar muat petikemas. Makassar New Port tahap I rencananya akan segera dibangun dengan total area seluas 150 Ha yang dapat menampung hingga seribu Teus.