Merdeka Ekspor = Direct Call

INAPORT 4 - PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) bersama Pemerintah Sulawesi Selatan melakukan Soft Launching Exprt 31 komoditas ke 34 negara dalam rangka 'Merdeka Export'.

 

Sekretaris Perusahaan PT Pelindo IV Baharuddin M. mengatakan, dalam kegiatan “Merdeka Ekspor” untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-71 itu, pihaknya memberikan insentif antara 15% – 50% bagi stakeholder yang melakukan ekspor tepat pada hari ini [Sabtu].

 

“Hal itu sebagai bentuk aktualisasi, bagaimana kita [Pelindo IV] memberikan “kemerdekaan” kepada stakeholder untuk melakukan ekspor. Juga sebagai daya rangsang bagi mereka [stakeholder],” jelas Baharuddin.

 

Menurutnya, ekspor 31 komoditas dengan total 1.446 kontainer yang dilakukan melalui Pelabuhan Makassar pada hari ini [Sabtu], merupakan ekspor langsung ke negara tujuan, di antaranya Makassar-Tokyo dan Makassar-Hongkong.

 

Sebelumnya, Pelindo IV sudah melakukan pengepakan barang langsung ke luar negeri atau direct call dari Pelabuhan Makassar sejak 5 Desember 2015, bekerjasama dengan perusahaan pelayaran asal Hongkong, SITC Countainer Lines Co. Hingga kini, aktivitas pengiriman barang langsung ke luar negeri tersebut terus mengalami peningkatan. Awalnya hanya 48 kontainer per minggu, kini meningkat jadi 350 kontainer per minggu dan 60% didominasi oleh komoditas rumput laut.

 

Gubernur Sulawesi Selatan yang juga Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, saat ini Sulsel merupakan penyangga bagi daerah lainnya terutama Kawasan Timur Indonesia (KTI).

 

“Pokoknya, Sulsel siap menjadi penyangga utama maritim di kawasan ini,” tegas Syahrul ketika menghadiri Pembukaan Rapat Kerja (Raker) Tahunan ke-2 PT Pelindo IV (Persero), Kamis (25/8/2016).

 

Kegiatan “Merdeka Ekspor” ini juga lanjut dia, sebagai upaya pihaknya untuk peningkatan ekspor sebanyak tiga kali lipat dari Sulawesi Selatan yang memang terkenal sebagai penghasil berbagai komoditas seperti beras, kakao, kopi, rumput laut, udang, ikan dan masih banyak lagi.

 

Diharapkan, “Merdeka Ekspor” tahun ini mampu memberikan motivasi kepada para pemangku kepentingan, termasuk para kepala daerah dan semua stakeholder yang ada di Sulsel.

 

Syahrul menambahkan, momen “Merdeka Ekspor” ini merupakan terobosan terbesar yang selama ini dilakukan Pemprov Sulsel sejak 71 tahun Indonesia merdeka. Diharapkan, momen ini bisa mengulang kejayaan Pelabuhan Makassar di masa lalu, dengan ekspor langsung dari Makassar.

 

Selain melakukan kegiatan ekspor langsung 31 komoditas, pada hari ini juga ada pemberian penghargaan dari Gubernur Sulsel kepada pihak yang berpartisipasi maksimal dalam kegiatan ekspor langsung atau direct call, yaitu PT Pelindo IV (Persero) yang akan diterima langsung oleh Dirut Pelindo IV Doso Agung, Otoritas Pelabuhan (OP) Makassar, INSA Cabang Sulsel, APBMI Sulsel, ALFI/ILFA Pelabuhan Makassar, ALFI/ILFA Sulsel, ALFI/ILFA pusat, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel, Bea Cukai Pelabuhan Makassar, Imigrasi Makassar dan SITC, serta eksportir dan importir potensial.

 

Pelindo IV Buka 4 Koridor Ekspor Langsung

 

Sementara itu, PT Pelindo IV (Persero) hingga Desember nanti berencana membuka empat koridor untuk ekspor langsung ke luar negeri, yaitu koridor 1 dan 2 di Sulawesi, yaitu Makassar dan Bitung, koridor 3 di Kalimantan yaitu Balikpapan dan Kalimantan Utara, serta koridor 4 di Papua.

 

Direktur Utama PT Pelindo IV Doso Agung mengatakan, saat ini untuk koridor 1 sudah dibuka, yaitu direct call atau sistem pengapalan langsung ke luar negeri dari Pelabuhan Makassar yang sudah berlangsung sejak 5 Desember 2015.

 

“Di Makassar, selain direct call, kami juga menghimpun kargo dari Papua, Kalimantan, Kendari dan Palu. Jika empat koridor ekspor langsung sudah terbuka semuanya, nantinya kargo tidak hanya melalui Makassar, tetapi juga bisa melalui pelabuhan lainnya,” jelasnya.

 

Menurut dia, selama ini sebenarnya banyak investor yang melirik Merauke sebagai salah satu wilayah di Indonesia Timur yang punya banyak potensi. Namun, keterbatasan infrastruktur dan konektivitas, membuat para investor mengurungkan niat baik mereka untuk berinvestasi.

 

Hal itu lanjut Doso Agung, membuat pihaknya terpikir untuk membuka empat koridor ekspor langsung dari KTI. “Rencannya, akhir Agustus ini Pelindo IV akan membuka direct call dari Pelabuhan Bitung, sebagai koridor 2,” kata dia.

 

Selain Pelabuhan Bitung, Pelindo IV juga memiliki cabang Terminal Petikemas Bitung (TPB) dengan jumlah kargo yang menumpuk lumayan banyak.

 

Kemudian, pada September nanti, akan dibuka direct call dari Balikpapan sebagai koridor 3. “Di Balikpapan , kami punya dua pelabuhan, yaitu di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Selain ada cabang [Pelindo IV], kami juga punya anak usaha yaitu PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT), yang nantinya bisa membantu mewujudkan rencana tersebut.”

 

Selanjutnya, pada Desember 2016, Pelindo IV juga akan membuka jalur direct call dari Papua, sebagai koridor 4. “Nantinya, jalur direct call dari Papua juga akan konektivitas dengan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara,” tukasnya.