DINAMIKA PBM TUKS DAN TERSUS DI SAMARINDA

INAPORT4 – Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) menegaskan pihaknya sama sekali tidak melakukan monopoli atau mematikan usaha pihak lain melalui kerja sama dengan para pemilik Terminal untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) di wilayah Samarinda, Kalimantan Timur.

 Sebelumnya, beberapa media memberitakan bahwa massa yang tergabung dalam Forum Perusahaan Bongkar Muat Kalimantan Timur menggelar aksi damai di halaman Kantor Pelindo IV Cabang Samarinda, Kamis (2/3/2017).

 Demo itu dipicu karena massa menilai, Pelindo IV telah melakukan monopoli terhadap kegiatan usaha bongkar muat, khususx yang ada di dermaga Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) yang pada umumx dilakukan oleh pihak swasta.

General Manager Pelindo IV Cabang Samarinda, Heru Bhakti Fireno mengatakan aksi demo kemarin [Kamis] terjadi karena adanya kesalahpahaman yang diterima oleh para pendemo yang notabene adalah orang-orang yang pekerjaan sehari-harinya bukan pelaku bongkar muat atau kebanyakan dari mereka adalah orang suruhan.

 “Mereka yang melakukan aksi itu pada umumnya saya tidak kenal, padahal saya ini orang yang setiap harinya melakukan pengawasan operasional di dalam Pelabuhan Samarinda,” tutur Heru.

Aksi mereka [pendemo] menurutnya, karena ada miskomunikasi antara pihak Pelindo IV dengan massa yang berasal dari Perusahaan Bongkar Muat (PBM) di Pelabuhan Samarinda. Dalam aksi itu mereka menganggap PT Pelindo IV melakukan monopoli dalam kegiatan bongkar muat, utamanya bongkar muat batubara.

Perlu diketahui, bahwa sebelum melakukan aksi, banyak di antara pelaku bongkar muat yang mengajukan permohonan kepada pihak Pelindo IV untuk melakukan kerja sama di TUKS untuk melaksanakan pekerjaan terhadap barang-barang milik pihak ketiga.

 “Pengajuan permohonan kerja sama yang dilakukan oleh sejumlah pemilik TUKS kepada pihak Pelindo IV sebagai implementasi dari Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut belum lama ini,” tambah Heru.

 “Saya merasa menyesal melakukan demo tadi, saya hanya ikut-ikutan karena dipanggil sama teman-teman untuk ikut bergabung dalam aksi itu,” ucap salah seorang pendemo yang tak mau disebut jati dirinya.

 Ungkapan itu dia sampaikan setelah memperoleh penjelasan dari GM Samarinda secara detail pada Kamis malam, sehingga para pendemo telah memahami hal-hal yang selama ini diperdebatkan. “Kami baru tahu bahwa Pelindo IV itu hakekatnya tidak monopoli,” ucap salah seorang dari para pendemo.

 “Selain itu diakui oleh Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Cabang Pelabuhan Samarinda, bahwa mereka yang melakukan demo itu belum terdaftar di APBMI, khususnya di Samarinda,” ujar Heru.

 Dia menambahkan bahwa kerjasama Pelindo IV dengan para pemilik TUKS dan beberapa PBM yang massanya melakukan demo tersebut, sudah ada yang menjalin kerjasama juga dengan para pemilik TUKS.

 Dia mencontohkan, di dermaga umum Pelabuhan Samarinda saat ini, selain Pelindo IV juga ada PBM lain yang melakukan kegiatan bongkar muat barang, sehingga tidak benar jika Pelindo IV dianggap monopoli dalam kegiatan bongkar muat.

 Namun menurutnya, semua itu tetap harus ada ketentuannya. Yaitu, PBM yang melakukan kegiatan di wilayah Pelindo IV harus memiliki kerjasama dengan BUMN kepelabuhanan ini.

 Tujuannya pertama, agar taat aturan di mana PBM-PBM yang melakukan kegiatan bongkar muat di wilayah Pelindo IV harus memenuhi aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Kedua, taat azas yaitu PBM yang melakukan kegiatan bongkar muat harus terdaftar sebagai anggota APBMI. Ketiga, harus memenuhi kewajibannya kepada negara.

 Dia menyebutkan, saat ini ada sekitar 47 PBM yang terdaftar sebagai anggota APBMI di Samarinda, namun tidak termasuk PBM yang melakukan demo kemarin [Kamis] karena massa PBM yang melancarkan aksi demo itu belum terdaftar menjadi anggota asosiasi, seperti yang dikatakan Ketua APBMI Pelabuhan Samarinda.

 Perlu diketahui, bahwa bukan hanya pemilik TUKS yang telah menjalin kerjasama dengan pihak Pelindo IV, tapi beberapa pemilik Terminal Khusus (Tersus) di wilayah Samarinda juga banyak yang telah menjalin kerjasama dengan pihak Pelindo IV.

 Banyak manfaat yang diperoleh dengan kerjasama di dermaga TUKS maupun Tersus, salah satunya Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dapat dikontrol secara akurat.

 Sekedar informasi, pada Rabu malam (1/3/2017) bertempat di salah satu hotel di Jakarta, Direktur Utama PT Pelindo IV, Doso Agung juga telah menandatangani Nota Kesepahaman atau MoU dengan 8 pemilik TUKS.

 Dijelaskan bahwa dalam kerjasama ini, pihak Pelindo IV tidak memaksakan berapa besaran persentase pendapatan yang harus dipatok, tapi akan didiskusikan antara kedua belah pihak yang intinya adalah saling menguntungkan. “Ini kan bisnis jadi semua harus untung,” ujar Doso Agung yang disambut dengan tepuk tangan para tamu yang hadir saat itu.