Tekan Disparitas Harga, Pelindo IV Bangun Konektivitas Domestik

INAPORT4 – PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) akan membangun Konektivitas Domestik di semua pelabuhan yang ada di Kawasan Timur Indonesia (KTI), untuk memudahkan masyarakat di wilayah ini mendapatkan barang kebutuhannya dengan harga yang tidak terlalu tinggi.

Direktur Utama PT Pelindo IV (Persero), Doso Agung mengatakan hal ini dilakukan karena masih banyak daerah di KTI yang sulit mendapatkan barang kebutuhannya. Selain karena lama waktu proses pengirimannya, juga mahal akibat biaya tinggi sebab tidak adanya konektivitas langsung di seputar KTI.

Sebagai contoh, tidak ada angkutan langsung Makassar – Jayapura – Makassar ataupun Nunukan – Tarakan – Balikpapan – Makassar, juga Palu – Makassar – Palu, selama ini angkutan dilakukan via Surabaya dan Semarang. Hal ini tentu mengakibatkan biaya tinggi karena tambahan pengangkutan 3 sampai 5 hari untuk mencapai daerah tujuan di KTI.

“Konektivitas domestik di KTI selain berperan mengonsolidasi muatan domestik kebutuhan KTI, juga akan memperkuat jalur ekspor langsung (direct export) maupun direct call. Upaya  Pelindo IV ini akan melengkapi angkutan bersubsidi Tol Laut yang dilakukan oleh PT Pelni.

Bahkan untuk wilayah tertentu, kami akan bersinergi dengan PT Pelni,” jelas Doso Agung.

Menurutnya, Konektivitas Domestik sebagian telah dilakukan oleh PT Pelindo IV, di mana saat ini pihaknya sudah bekerja sama dengan salah satu perusahaan pelayaran lokal untuk membawa barang ekspor dan kebutuhan domestik Palu-Makassar-Palu serta Makaasar-Papua-Makassar berupa semen dan komoditas ekspor Papua ke Makassar.

Beberapa waktu lalu, pihaknya sudah melalukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Semen Tonasa, untuk membantu mendistribusikan semen dari Pelabuhan Makassar ke Jayapura. Sebagai tindak lanjut dari MoU tersebut, pada Selasa, 2 Mei Pelindo IV melakukan pengiriman perdana sebanyak 60 kontainer semen ke Papua dari target 500 kontainer per bulan, melalui Pelabuhan Makassar.

“Hal ini akan mampu menekan disparitas harga semen yang terbukti kini mengalami penurunan sekitar 15 % dibandingkan kondisi sebelumnya. Biaya logistik dari dan ke Jayapura juga akan mengalami penghematan sekitar 40%. Selain itu, barang kebutuhan juga jadi cepat diterima oleh masyarakat karena adanya angkutan langsung ke daerah tujuan KTI,” tuturnya.

Upaya membangun Konektivitas Domestik kata dia, memerlukan sinergi dan kerja sama yang baik dengan perusahaan pelayaran maupun produsen swasta ataupun BUMN. Intinya, Pelindo IV ingin membantu masyarakat di seluruh Kawasan Timur Indonesia, agar bisa mendapatkan barang kebutuhannya secara cepat dengan harga yang lebih murah dari biasanya.

Doso Agung menambahkan, upaya membangun konektivitas domestik akan dilakukan bersama-sama dengan perusahaan pelayaran lokal yang ada, serta para pengelola pelabuhan di KTI. “Makanya, keliru jika ada anggapan yang mengatakan bahwa PT Pelindo IV akan mematikan perusahaan pelayaran lokal karena ikut terlibat dalam kegiatan logistik. Justru kami ingin membangun sinergi, tidak hanya dengan BUMN tetapi juga dengan pihak swasta dan stakeholder lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, langkah membangun konektivitas domestik ini tidak lebih merupakan upaya Perseroan yang menjalankan program Pemerintah, di mana Pelindo IV sebagai BUMN harus menjadi Agent of Development. Artinya, ketika ada perilaku masyarakat atau daya beli masyarakat yang sangat kurang karena keterbatasan baik dari segi transportasi maupun kelangkaan barang yang berdampak pada tingginya harga barang di suatu wilayah, maka Perseroan berusaha untuk membantu masyarakat, sehingga masyarakat tidak terpuruk dengan rendahnya daya beli masyarakat.

Lebih lanjut dia menuturkan, jika ada pihak lain yang ingin ikut bergabung atau jalan sendiri, tentunya Pelindo IV akan menerima dengan tangan terbuka. “Yang penting bagi kami yaitu ingin menciptakan bagaimana agar harga barang itu tidak terjadi disparitas yang menganga antara satu wilayah dengan wilayah lainnya, serta antara Barat dan Timur tidak lagi terjadi kesenjangan yang begitu lebar. Ini kan nawacita dari Presiden Joko Widodo yang ingin kami wujudkan. Nantinya juga akan ada MoU-MoU dengan perusahaan pelayaran lokal maupun pengelola pelabuhan lainnya di Indonesia Timur,” tukasnya.